15 KASDAM TNI

281

KASDAM -Mabes TNI AD memiliki 15 Kodam yang tersebar di seluruh Pulau besar di Tanah Air, kecuali Nusa Tenggara. Pulau Sumatera memiliki tiga Kodam, yaitu Iskandar Muda (NAD), Bukit Barisan (Sumut, Riau, Kepri, dan Sumbar), dan Sriwijaya (Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumsel, dan Babel). Pulau Jawa memiliki empat Kodam, yaitu Kodam Jaya (DKI Jakarta plus Depok dan Bekasi dan Tangerang), Kodam Siliwangi (Jawa Barat dan sebagian Banten), Kodam Diponegoro ( Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), serta Kodam Brawijaya (Jawa Timur). Pulau Bali dan Nusra diwakili oleh Kodam Udayana. Pulau Borneo mendapatkan dua Kodam, yaitu Tanjung Pura (Kalbar dan Kalteng) serta Kodam Mulawarman (Kaltim, Kalsel, dan Kaltara). Sulawesi memiliki dua Kodam, yaitu Merdeka (Sulut, Gorontalo, dan Sulteng) dan Hasanuddin (Sulbar, Sultra, dan Sulsel). Sisanya adalah Kodam Patimura (Maluku dan Maluku Utara) serta Kodam Kasuari (Papua Barat) dan Cendrawasih (Papua).

Menarik dicermati dari 15 Kodam ini adalah posisi Kepala Staf Kodam (Kodam) atau orang nomor dua di lingkungan Kodam. Sesuai Perpres No 66 Tahun 2019 tentang Organisasi TNI, Kodam memiliki sekurangnya empat perwira tinggi, yaitu Panglima Kodam (Bintang dua) dan Kasdam (bintang satu). Tambahan pati lainnya adalah Inspektur Kodam dan Koordinator Staf Ahli Pangdam yang dijabat oleh pati bintang satu. Bahkan, untuk Kodam yang memiliki Korem Tipe A, Komandan Korem dijabat oleh seorang brigadir jenderal.
Menarik untuk dicermati adalah posisi Kasdam. Dari 15 Kasdam per hari ini, jebolan Akmil 1987 masih mendapatkan kursi empat posisi Kasdam, diikuti Akmil 1990 dan 1991 yang menempatkan tiga orang Kasdam, jebolan Akmil 1993 sebanak dua orang dan masing-masing satu wakil dari jebolan Akmil 1988, 1989, dan 1992.

Mari kita ungkap satu per satu para Kasdam dan potensinya ke depan. Kasdam Iskandar Muda belum lama ini berganti dari Brigjen Achmad Daniel Chardin (lulusan terbaik Seskoad pada masanya) kepada Brigjen Joko Purwo Putranto (Akmil 1990). Seperti penulis prediksikan, selepas menduduki kursi Kasdam Iskandar Muda lebih dari 3 tahun lamanya, Daniel Chardin akan promosi jadi pati bintang dua. Dan benar saja. Pimpinan TNI mendapuk mantan Danrem Lilawangsa itu sebagai Wadanpusenif. Ini adalah jabatan kedua Daniel di pos itu. Sebelumnya yang bersangkutan pernah menjabat Wadanpusenif sebelum jadi Kasdam Iskandar Muda. Sesuai Perpres No 66/2019, Pusenif mengalami reorganisasi di mana jabatan komandan Pussenif yang tadinya dijabat Mayjen Teguh Pudjo Rumekso (lulusan terbaik Akmil 1991) harus diisi oleh pati bintang tiga. Hingga saat ini belum terang siapa yang akan menduduki kursi letjen tersebut. Besar kemungkinan seorang pati jebolan Akmil 1986, 1987 atau 1988 yang akan menempati pos tersebut. Salah satu Panglima Kodam di Sumatera punya kans menjabat Dan Pussenif. Adapun Teguh dimuasi menjadi Komandan Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad).

Kembali ke Kasdam Iskandar Muda. Karier Joko sepertinya masih terbuka. Kans mendapatkan pangkat sekurangnya mayor jenderal masih terbuka. Apalagi, Joko berasal dari korps baret hijau dan pernah bertugas di pos strategis, yatu Kepala Staf Divisi I Infanteri Kostrad, Komandan Pusat Latihan Tempur, serta Danrem Garuda Hitam Kodam Sriwijaya.

Beralih ke Kasdam Bukit Barisan. Saat ini posisi itu dipercayakan kepada Brigjen Didied Pramudito, jebolan Akmil 1987. Sepuluh tahun lalu, Didied menjabat asisten teritorial Kasdam Cendrawasih untuk kemudian menjabat Komandan Korem Garuda Jaya Kodam Sriwijaya. Sebentar kemudian mutasi jadi Komandan Pusat Pendidikan Teritorial serta terakhir menjadi Direktur Kersamik Sesko TNI sejak 2016.

Bergeser ke Kasdam Sriwijaya. Lagi, jebolan Akmil 1987 dipercaya menjabat orang nomor dua di kodam dengan wilayah cukup luas selain Bukit Barisan itu. Brigjen Kav Mohammad Zamroni baru saja mutasi. Sebelumnya, yang bersangkutan adalah Danrem 72/Pamungkas di Yogyakarta. Zamroni pernah jadi ajudan Wapres Boediono dan Komandan Korem 052/Wijayakrama serta menjadi Direktur Pembinaan Teritorial

Loncat ke Kodam Jaya. Ini salah satu tokoh yang potensial jadi pimpinan TNI AD di masa datang, Brigjen M Saleh Mustafa. Jebolan Akmil 1991 ini berasal dari korps baret merah. Sebelum didapuk jadi orang nomor dua di Kodam Jaya, Saleh menjabat Wadan Pussenif. Sangat punya potensi Saleh bakal calon pesaing Kepala Staf Komando Wilayah Gabungan Pertahanan I Mayjen Richard Tampubolon (Akmil 1992) menjadi Danjen Kopassus bilmana Mayjen Nyoman Cantiasa (Akmil 1990) promosi jadi Panglima Kodam. Saleh termasuk yang juga dijagokan bakal jadi panglima kodam di kemudian hari.

Loncat ke Jawa Barat dan Banten. Ini kodam paling mashur, menyejarah. Kasdam Siliwangi dijabat oleh Brigjen Arief Kunto Wibowo (Akmil 1992). Anak bungsu mantan Wakil Presiden Try Soetrisno ini juga salah satu yang dijagokan untuk sekurangnya mendapatkan jabatan pati bintang tiga di masa kemudian bersaing bersama dua kawan seangkatannya. Kebetulan dua teman Arief berasal dari korps baret merah dan sudah jadi bintang dua. Mereka adalah Richard Tampubolon dan Danpaspampres Mayjen Marulli Simanjuntak, menantu Luhut Binsar Panjaitan. Sangat patut diduga, sekurangnya dua di antara tiga orang ini bakal mendapatkan pangkat letnan jenderal jelang masa pensiunnya yang masih cukup lama lagi itu. Sebelum ditabalkan sebagai Kasdam Siliwangi, Arief adalah Danrem Wirabraja di Padang. Sebelum itu dia juga pernah menjadi Danpuslatpur, Danrem 044 Garuda Dempo dan Asisten Operasi Kasdam Udayana dan Komandan Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya.

Melompat ke Jawa Tengah. Lagi-lagi ini orang dalam istana promosi. Adalah Brigjen Widi Prasetijono (Akmil 1993) didapuk jadi Kasdam DIponegoro setelah sebelumnya menjadi Danrem Aji Surya Natakesuma di Samarinda. Widi adalah mantan Ajudan Jokowi. Selepas jadi ajudan, Widi promosi jadi Danrindam 3 Siliwangi untuk kemudian menjabat Danrem Warasatama menggantikan Marulli yang promosi jadi Wadanpaspampres. Widi promosi lagi ke posisi Danrem, tapi tipe A sehingga berhak menyandang pangkat brigjen.

Geser ke Jawa Timur, posisi Kasdam Brawijaya dijabat oleh Brigjen Yoyok Bagus Budianto jebolan Akmil 1987. Belum pernah menduduki posisi teritorial nan strategis, kecuali Dandim Pekalongan, jenderal Yoyok lebih banyak bertugas di Mabesad. Kans untuk promosi ke pangkat lebih tinggi mungkin ada, tapi tipis.

Menyebrang ke Pulau Dewata.Kasdam Udayana kini dijabat Brigjen Candra Wijaya (Akmil 1991). Sebelumnya, Candara adalah Kasdisenpanad dan Perwira Bantuan II/Jemen Srenum Panglima TNI. Yang bersangkutan pun pernah menjabat Asisten Perencanaan Anggaran Kasdam 1/Bukit Barisan. Masih ada peluang promosi ke jenjang lebih tinggi, tapi kudu memperlihatkan kinerja mumpuni.

Naik ke atas, ke Pulau Borneo. Kasdam Tanjungpura dijabat Alfert Deny Tuejeh, jebolan Akmil 1991. Yang bersangkutan adalah mantan Kadispenad dan Danrem 12/ABW di Sintang.
Geser ke Balikpapan. Kasdam Mulawarman kini dijabat Brigjen Nugraha Tri Hartanta, jebolan Akmil 1989. Yang bersangkutan adalah mantan Kepala BIN Daerah Bali. Kans Nugraha untuk promosi ke pangkat lebih tinggi masih terbuka terutama karena keahliannya di bidang intelijen.

Melompat ke Celebes. Kasdam Merdeka kini dijabat Brigjen Wirana Praetiya Budhi, jebolan Akmil 1990. Potensial untuk terus promosi. Beberapa jabatan yang pernah dipegang antara lain Danrem Maulana Yusuf di Serang. Lalu Waapers Kasad dan Wagub Akmil. Kans Wirana untuk promosi jadi bintang dua masih terbuka.

Gerak sedikit ke bawah, Kodam Hasanuddin. Kasdam saat ini dijabat Andi Muhammad, jebolan Akmil 1988. Andi pernah jadi irdam Mulawarman, Danrem 41 Garuda Mas, dan Pati Ahli tk II Panglima TNI bidang Was Eropa HI.

Meloncat ke Maluku, Kasdam Patimura diisi oleh Gabriel Lema, jebolan Akmil 1990. Sebelum promosi kadi Kasdam, Lema adalah Danrem 033/WP di Kepri setelah sebelumnya menjabat Irdam Cendrawasih. Terbuka kans bagi Lema untuk jadi pati bintang dua.

Melangkah ke Papua. Kali ini Kasdam Kasuari dijabat oleh Brigjen Ferry Zein (akmil 1987). Yang bersangkutan adalah mantan Kasetum TNI dan Kapuskodalops TNI. Ada kans sedikit untuk promosi ke bintang dua.

Last but not least, Kasdam Cendrawasih. Inilah salah satu kodam paling punya potensi bagi para pimpiannya untuk promosi. Kasdam saat ini dijabat oleh Brigjen Bambang Trisnohadi (akmil 1993), menggantikanBrigjen Irham Waroihan yang mutasi jadi pati kasad, Dengan rekam jejak yang sangat mumpuni, baik akademik dan penugasan, Bambang adalah calon serius pimpinan TNI AD di masa depan. Pangkat Letjen sejatinya bisa didapat oleh seorag lulusan terbaik Akmil, termoncer Seskoad, dan termashur saat menamatkan Sesko TNI. Bambang pernah jadi Dan Grup Paspampres, sespri Wakasad, Asops Kasdam Mulawarman, dan terakhir jadi brigjen saat didapuk jadi Danrem ABW di Sintang, Kodam Tanjungpura setelah hanya beberapa bulan saja menjabat Komandan Resimen Taruna Akmil selepas lulus terbaik Sesko TNI pada 2018.

Dari 15 kasdam saat ini, yang potensial mencapai promosi ke jenjang pangkat lebih tinggi sekurangnya bintang tiga hanya beberapa. Prioritas tinggi amat pantas bin layak diberikan kepada Bambang Trisnohadi. Baru berikutnya diberikan bagi kandidat lain yang memang menunjukkan kinerja moncer. Wallahualam.