RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman + vi 15.5x23cm Membongkar Labirin "Imperialisme Administratif" Dalam diskursus hukum tata negara Indonesia, Pasal 18B UUD 1945 sering kali dipuja sebagai "fajar baru" bagi pengakuan masyarakat hukum adat. Namun, melalui karya monografnya yang tajam berjudul Daerah Istimewa Dimana?, E. T. Hadi Saputra (Saputra, 2026) melancarkan sebuah gugatan intelektual yang provokatif. Ia membuktikan bahwa janji konstitusi tersebut selama ini tersandera oleh apa yang ia sebut sebagai Imperialisme Administratif—sebuah mekanisme di mana negara memberikan pengakuan dengan tangan kanan, namun mencabut kedaulatan dengan tangan kiri melalui tumpukan regulasi...

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di...

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pajak tidak lagi sekadar instrumen pengumpul pundi-pundi negara, melainkan alat politik ekonomi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan makro dan daya beli rakyat. Pemerintah secara resmi menetapkan target penerimaan perpajakan sebesar Rp2.357,7 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Angka ini mencerminkan lonjakan ambisius sebesar 13,5% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1.917,6 triliun. Tantangannya nyata: mengejar pertumbuhan dua digit di saat kinerja tahun sebelumnya hanya mencapai sekitar 87,6% dari target. Menjauh dari Kenaikan Tarif, Menyasar Underground Economy Berbeda dengan wacana tahun-tahun sebelumnya, politik pajak 2026 menunjukkan pergeseran paradigma....

Enjoy exclusive access to our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across, getting instant emails when our site updates, too.

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman +...

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman + vi 15.5x23cm Membongkar Labirin "Imperialisme Administratif" Dalam diskursus hukum tata negara Indonesia, Pasal 18B UUD 1945 sering...

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pajak tidak lagi sekadar instrumen pengumpul pundi-pundi negara, melainkan alat politik ekonomi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan makro dan daya beli...

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman +...

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman + vi 15.5x23cm Membongkar Labirin "Imperialisme Administratif" Dalam diskursus hukum tata negara Indonesia, Pasal 18B UUD 1945 sering...

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pajak tidak lagi sekadar instrumen pengumpul pundi-pundi negara, melainkan alat politik ekonomi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan makro dan daya beli...

Enjoy exclusive access to our content

Get an online subscription and you can unlock any article you come across, getting instant emails when our site updates, too.

Worldwide news every day

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman +...

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pajak tidak lagi sekadar instrumen pengumpul...

Dilema Dompet Tipis dan Ilusi Pendapatan

Membeli kemakmuran dengan cara kelaparan adalah ide jenius bagi mereka yang gagal logika, namun bagi penguasa yang malas berpikir, memeras keringat rakyat jauh lebih...

Matinya Simfoni Di Tanah Kayu Dan Tragedi Efisiensi Global

Ketika melodi piano tidak lagi mampu menutupi suara mesin yang berhenti dan tangis ribuan buruh yang kehilangan masa depan di awal tahun baru ini. Saya...

Read more

Get involved

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pajak tidak lagi sekadar instrumen pengumpul...

Become part of the community

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman + vi 15.5x23cm Membongkar Labirin "Imperialisme Administratif" Dalam diskursus hukum tata negara Indonesia, Pasal 18B UUD 1945 sering...

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pajak tidak lagi sekadar instrumen pengumpul pundi-pundi negara, melainkan alat politik ekonomi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan makro dan daya beli...

Dilema Dompet Tipis dan Ilusi Pendapatan

Membeli kemakmuran dengan cara kelaparan adalah ide jenius bagi mereka yang gagal logika, namun bagi penguasa yang malas berpikir, memeras keringat rakyat jauh lebih praktis daripada menciptakan lapangan kerja yang bermartabat. Kita dipaksa memilih antara ikat pinggang yang mencekik...

Matinya Simfoni Di Tanah Kayu Dan Tragedi Efisiensi Global

Ketika melodi piano tidak lagi mampu menutupi suara mesin yang berhenti dan tangis ribuan buruh yang kehilangan masa depan di awal tahun baru ini. Saya bicara sebagai orang lama. Orang yang tahu persis bagaimana aroma kayu pilihan diolah menjadi instrumen...
spot_img

Create a website from scratch

With Newspaper Theme you can drag and drop elements onto a page and customize them to perfection. Try it out today and create the perfect site to express yourself!

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman + vi 15.5x23cm Membongkar Labirin "Imperialisme Administratif" Dalam diskursus hukum tata negara Indonesia, Pasal 18B UUD 1945 sering...

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pajak tidak lagi sekadar instrumen pengumpul pundi-pundi negara, melainkan alat politik ekonomi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan makro dan daya beli...

Dilema Dompet Tipis dan Ilusi Pendapatan

Membeli kemakmuran dengan cara kelaparan adalah ide jenius bagi mereka yang gagal logika, namun bagi penguasa yang malas berpikir, memeras keringat rakyat jauh lebih praktis daripada menciptakan lapangan kerja yang bermartabat. Kita dipaksa memilih antara ikat pinggang yang mencekik...

Matinya Simfoni Di Tanah Kayu Dan Tragedi Efisiensi Global

Ketika melodi piano tidak lagi mampu menutupi suara mesin yang berhenti dan tangis ribuan buruh yang kehilangan masa depan di awal tahun baru ini. Saya bicara sebagai orang lama. Orang yang tahu persis bagaimana aroma kayu pilihan diolah menjadi instrumen...

Dugaan Korupsi Kredit BNI Rp 34 Miliar, Kejari Padang Segel Rumah dan Kantor Anggota DPRD Sumbar

Operasi yang berlangsung pada Senin (17/11/2025) tersebut menyasar dua lokasi utama milik politisi Partai Demokrat, yakni rumah pribadi di kawasan Lapai, Kecamatan Nanggalo, dan kantor PT Benal Ichsan Persada (BIP) di kawasan By Pass, Kota Padang. PADANG, TanahMerdeka.com – Tim...

ANCAMAN PERADABAN: PEMBONGKARAN JEMBATAN KERETA API LEMBAH ANAI

JAKARTA/ALAHAN PANJANG — Sebuah mendung tebal tidak hanya sedang menggelayuti langit fisik Lembah Anai pascabencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat. Mendung yang lebih pekat kini membayangi eksistensi sejarah dan identitas bangsa. Rencana pemerintah untuk membongkar kaki Jembatan Kembar...

Ironi di Atas Puing Sumatera Barat: Dari Menko Angkat Karung hingga Anggota DPR Anti-Peluru

Sudah tau kenapa bencana di negeri kita ini terasa tak pernah selesai? Mungkin karena bencana itu sendiri bukan masalah. Masalahnya adalah panggung. Panggung bagi kita semua. Termasuk bagi mereka yang naik mobil mengkilap, strobo menyala-nyala, dan bodyguard berjejer, seolah...

Moral Fiskal di Simpang Empat Digital: Mengapa Kepercayaan Publik Tergerus?

Refleksi Akhir Tahun 2025: Mengungkap Relasi Kekuasaan, Keadilan, dan Kecanggihan Teknologi Perpajakan Diskusi bertajuk "Refleksi Fiskal Akhir Tahun 2025: Moral Fiskal di Era Digital—Antara Kepatuhan, Kepercayaan, dan Keadilan" yang diselenggarakan bersama oleh Pentahelix Center, Tax Center, dan Fakultas Ekonomi dan...

Nafsu Belanja Alutsista Berbungkus Bencana

Kita ini bangsa yang aneh. Sudah tahu rumah bocor, atap mau ambruk, malah beli lukisan mahal. Begitulah kira-kira gambaran saat Pemerintah ngotot mau beli 200 helikopter super mahal di tahun 2026, katanya sih buat bantuan bencana, tapi kok angkanya...

OBITUARI: Berpulangnya Yaya Moektio, Sang Penjaga Detak Jantung Rock Indonesia

Jakarta – Awan duka kembali menyelimuti langit musik Indonesia. Yaya Moektio, drummer legendaris yang pukulan stiknya pernah memperkuat detak jantung dua raksasa rock tanah air, God Bless dan Gong 2000, telah berpulang ke Rahmatullah. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Yaya...
spot_img

Create a website from scratch

With Newspaper Theme you can drag and drop elements onto a page and customize them to perfection. Try it out today and create the perfect site to express yourself!

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi Saputra Penerbit: Serba University Press, Jakarta Tahun Terbit: 2026 Tebal: 351 Halaman + vi 15.5x23cm Membongkar Labirin "Imperialisme Administratif" Dalam diskursus hukum tata negara Indonesia, Pasal 18B UUD 1945 sering...

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan pajak tidak lagi sekadar instrumen pengumpul pundi-pundi negara, melainkan alat politik ekonomi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan makro dan daya beli...