More
    BerandaBeritaInti Bumi Melambat, Durasi Hari Berubah

    Inti Bumi Melambat, Durasi Hari Berubah

    Published on

    spot_img

    Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa inti bumi, bagian terdalam planet kita, telah berputar lebih lambat dari biasanya sejak tahun 2010. Perlambatan misterius ini, yang disebut “backtracking”, dapat memengaruhi rotasi keseluruhan planet, berpotensi memperpanjang durasi hari kita.

    Inti bumi terdiri dari dua lapisan: inti luar yang cair dan inti dalam yang padat. Inti dalam berputar sedikit lebih cepat daripada inti luar, dan rotasi ini menghasilkan medan magnet bumi. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa rotasi inti dalam telah melambat, dan penyebabnya masih belum diketahui.

    Para ilmuwan memiliki beberapa teori tentang apa yang menyebabkan perlambatan ini. Salah satu kemungkinan adalah bahwa interaksi antara inti dalam dan inti luar telah berubah. Kemungkinan lainnya adalah bahwa inti dalam mendingin dan memadat, yang menyebabkan rotasinya melambat.

    Perlambatan rotasi inti dalam masih merupakan fenomena yang baru ditemukan, dan para ilmuwan masih mempelajari dampaknya. Jika perlambatan terus berlanjut, durasi hari di bumi dapat bertambah beberapa detik per abad.

    Meskipun perlambatan ini mungkin tampak kecil, efeknya dapat kumulatif dalam jangka waktu yang lama. Perubahan durasi hari dapat berdampak pada berbagai hal, seperti navigasi GPS dan sistem komunikasi.

    Para ilmuwan terus melakukan penelitian untuk memahami lebih lanjut tentang perlambatan rotasi inti dalam dan dampaknya pada planet kita.

    Latest articles

    RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

    Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi...

    Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

    JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan...

    Dilema Dompet Tipis dan Ilusi Pendapatan

    Membeli kemakmuran dengan cara kelaparan adalah ide jenius bagi mereka yang gagal logika, namun...

    Matinya Simfoni Di Tanah Kayu Dan Tragedi Efisiensi Global

    Ketika melodi piano tidak lagi mampu menutupi suara mesin yang berhenti dan tangis ribuan...

    More like this

    RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

    Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi...

    Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

    JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan...

    Dilema Dompet Tipis dan Ilusi Pendapatan

    Membeli kemakmuran dengan cara kelaparan adalah ide jenius bagi mereka yang gagal logika, namun...