More
    BerandaEditorialImam Shamsi Ali: Trump dan WA

    Imam Shamsi Ali: Trump dan WA

    Published on

    spot_img

    Siapa Sangka, Ulama Asal Desa Terpencil di Indonesia Ini Jadi Target Serangan Balik Donald Trump! Kenapa Imam Shamsi Ali Sampai Kirim WhatsApp ke Indonesia Saat Pemilihan New York?

    Oleh: ET Hadi Saputra, SH. 08-11-2025

    Anda tahu Imam Shamsi Ali? Tentu saja tahu. Beliau itu rutin berbagi berita penting dari New York kepada sahabat-sahabatnya di Indonesia, ada saya di dalamnya. Pesan-pesannya ramai sekali minggu lalu, terutama saat Pemilihan Wali Kota New York. Ini bukan sekadar obrolan ringan. Ini adalah cermin bagaimana ulama Indonesia kini bergerak di panggung politik global.

    Beliau ini asli dari Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sebuah daerah yang, maaf saja, sering kita anggap antah berantah. Tapi, dari pelosok itulah muncul sosok yang kini menjadi Imam Besar di New York. Ini bukan sulap. Ini kerja keras. Dan ini adalah pelajaran keras tentang potensi anak bangsa. Jangan lagi remehkan yang dari daerah.

    Imam Shamsi bukan hanya sekadar memimpin salat. Beliau itu aktivis sejati. Terakhir, beliau mati-matian mendukung Zohran Mamdani, seorang Muslim progresif, yang kini mencetak sejarah sebagai Wali Kota Muslim pertama di New York. Fantastis!

    Tapi di sinilah kontroversinya. Mamdani ini habis-habisan diserang oleh kubu konservatif Amerika. Bahkan Donald Trump sampai ikut-ikutan. Dibilang “Komunis Gila”. Trump mengancam akan potong dana New York kalau Mamdani menang. Bayangkan! Ini pertarungan keras ideologi.

    Imam Shamsi memilih berdiri di barisan progresif. Beliau memimpin doa, memberi dukungan moral, dan menjadi jembatan komunitas Muslim untuk mendukung Mamdani. Sikap ini berani. Jelas. Dan tidak cengengesan.

    Bagi kita di Indonesia, ini sangat penting. Imam Shamsi menjadi simbol. Simbol bahwa Islam Indonesia itu modern, toleran, dan berani terlibat dalam politik praktis untuk kebaikan umat—bahkan di Amerika. Ini sekaligus menjawab sinisme bahwa Muslim Indonesia hanya bisa girang di kandang sendiri. Tidak! Kita kini bertarung ideologi di New York.

    Jadi, ketika beliau mengirim WA kepada Anda—mungkin isinya ajakan doa atau kabar kemenangan Mamdani—itu bukan sekadar forward biasa. Itu adalah laporan strategis dari kawan lama. Laporan bahwa anak Kajang telah berhasil membela Islam Rahmatan Lil Alamin di jantungnya dunia, di tengah gempuran hoax dan sentimen anti-Muslim. Itu yang namanya kontribusi nyata.

    #ShamsiAli #ImamNewYork #ZohranMamdani #PolitikIslam #InspirasiIndonesia #Bulukumba #ethadisaputra

    Latest articles

    RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

    Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi...

    Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

    JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan...

    Dilema Dompet Tipis dan Ilusi Pendapatan

    Membeli kemakmuran dengan cara kelaparan adalah ide jenius bagi mereka yang gagal logika, namun...

    Matinya Simfoni Di Tanah Kayu Dan Tragedi Efisiensi Global

    Ketika melodi piano tidak lagi mampu menutupi suara mesin yang berhenti dan tangis ribuan...

    More like this

    RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

    Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat Hukum Adat Penulis: E. T. Hadi...

    Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

    JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan...

    Dilema Dompet Tipis dan Ilusi Pendapatan

    Membeli kemakmuran dengan cara kelaparan adalah ide jenius bagi mereka yang gagal logika, namun...