BerandaPolitikENTAHLAH, TERBUAT DARI APA HATI PRABOWO SUBIANTO

ENTAHLAH, TERBUAT DARI APA HATI PRABOWO SUBIANTO

Date:

Related stories

RESENSI BUKU: Menggugat Tirani Kertas di Tanah Ulayat

Judul Buku: Daerah Istimewa Dimana? Rekonstruksi Konstitusional untuk Masyarakat...

Mengawal Arah Kebijakan Fiskal 2026: Strategi Ekstensifikasi di Tengah Target Ambisius

JAKARTA – Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi arsitektur...

Dilema Dompet Tipis dan Ilusi Pendapatan

Membeli kemakmuran dengan cara kelaparan adalah ide jenius bagi...

Matinya Simfoni Di Tanah Kayu Dan Tragedi Efisiensi Global

Ketika melodi piano tidak lagi mampu menutupi suara mesin...

Dugaan Korupsi Kredit BNI Rp 34 Miliar, Kejari Padang Segel Rumah dan Kantor Anggota DPRD Sumbar

Operasi yang berlangsung pada Senin (17/11/2025) tersebut menyasar dua...
spot_imgspot_img

Oleh: Ahmad Khozinudin

Sastrawan Politik

Kalau tidak bisa membela dan melindungi, setidaknya tidak berpihak kepada kezaliman. Kalau tidak bisa menentramkan, setidaknya tidak menambah duka dan amarah orang-orang terzalimi. Ini adalah standar minimal.

Sedangkan, sebagai seorang pemimpin tidak cukup dengan standar minimal. Seorang pemimpin, harus mampu menjadi Junnah (perisai) bagi rakyatnya. Harus mampu menjadi Ra’in, yang bertanggung jawab memenuhi seluruh hajat rakyatnya.

Aguan & Anthoni Salim, sangat zalim karena merampas tanah rakyat Banten untuk industri properti PIK2. Tommy Winata, juga sama. Merampas tanah rakyat Rempang, dengan proyek Rempang Eco City-nya.

Bukannya mengumumkan pembubaran proyek PIK-2 dan Rempang Eco City, Prabowo malah menggelar karpet merah istana untuk menerima keduanya, bersama sejumlah pengusaha lainnya. Bukannya, menerima dan mendengarkan keluhan rakyat, Prabowo malah melanjutkan bikin proyek PSN ala Jokowi yang sudah terbukti banyak menyengsarakan rakyat.

Tidak-kah Prabowo, merasakan bagaimana pedihnya hati dan perasaan Rakyat Banten?

Tidak-kah Prabowo, merasakan bagaimana pedihnya hati dan perasaan Rakyat Rempang?

Sejumlah ulama dan tokoh Banten, ingin menghadap untuk menyampaikan keluhan rakyat Banten, tak direspons. Tiba-tiba, para pengusaha yang menimbulkan kesengsaraan rakyat Banten diundang, diajak bicara soal Danantara hingga Makan Bergizi Gratis.

Tengoklah rakyat Rempang. Sampai hari ini, mereka tidak bisa tidur lelap. Mereka, terus terjaga di parit-parit perjuangan. Khawatir sewaktu-waktu, alat negara, aparat dan pejabat, yang telah menjadi jongos Tommy Winata datang dan merampas hak mereka.

Rakyat Rempang bukan hanya menjadi yatim. Bahkan, terusir dari rumahnya sendiri. Tak ada peran Negara sebagai orang tua yang melindungi mereka. Justru Negara, melalui pejabat dan aparat, melayani kepentingan Tommy Winata.

Dimanakah keadilan di negeri ini? Dimanakah pemimpin seperti sosok Khalifah Abu Bakar RA? Dimanakah pemimpin seperti sosok Khalifah Umar RA? Dimanakah pemimpin seperti sosok Khalifah Ustman RA? Dimanakah pemimpin seperti sosok Khalifah Ali RA?

Mereka, pemimpin yang melindungi dan mengayomi. Mereka, pemimpin yang membela hak-hak rakyat yang terzalimi.

Khalifah Abu Bakar RA, saat dibai’at menjadi Khalifah, tegas menyatakan:

“Orang yang kamu anggap kuat, aku pandang lemah sampai aku dapat mengambil hak daripadanya. Sedangkan orang yang kamu lihat lemah, aku pandang kuat sampai aku dapat”

Aguan, Anthony Salim, Tommy Winata, telah merampas hak rakyat Banten dan Rempang. Kenapa, malah diposisikan kuat oleh Prabowo Subianto?

Rakyat Banten dan Rempang, telah dirampas haknya oleh Aguan, Anthony Salim, Tommy Winata. Kenapa malah diperlakukan lemah oleh Prabowo Subianto?

Apakah bumi Indonesia ini, sudah menjadi milik Oligarki? Mereka bebas menipu dan menindas rakyat, lalu hadir ditengah rakyat seperti sosok yang sangat peduli dan berempati? Lalu kekuasaan, justru meramut mereka, dan memposisikan terhormat di istana?

Kalaulah Prabowo Subianto sebagai Presiden, tak punya waktu untuk berkunjung ke Rempang, atau sehari saja menginap di Banten bersama rakyat Banten yang terzalimi, semestinya tak perlu Prabowo menerima Aguan, Anthony Salim dan Tommy Winata di istana. Ketahuilah wahai Prabowo, itu sangat menyakitkan bagi rakyat!

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini