BerandaTeknologi329 Pati TNI Mutasi 11 April

329 Pati TNI Mutasi 11 April

Published on

JENDERAL. Mabes TNI mengumumkan sejumlah mutasi di lingkungan TNI pada 11 April kemarin. Yang menarik adalah di lingkungan TNI AD. Ada validasi organisasi sehingga menambah puluhan pos jenderal dari bintang satu hingga bintang tiga. Ada kejutan, yaitu pos Danpuspomad dan irjenad kini dijabat Pati bintang tiga. Kecuali itu, hampir semua KOREM ditingkatkan statusnya jadi tipe A sehingga Danrem dijabat Pati bintang satu. Inspektur Kodam juga jadi Pati bintang satu. Yang gemuk malah di lingkungan Mabesad. Jabatan jenderal mencapai puluhan orang. Di lingkungan asisten Kasad, misalnya. Lazimnya setiap asisten hanya ada satu wakil asisten yang berpangkat Brigjen. Melalui validasi organisasi, wakil asisten sekurangnya diisi tiga brigadir jenderal. Belum pun ada posisi Pati ahli tkt III diisi bintang dua dan Pati ahli tkt II jadi Pati bintang satu.

Validasi organisasi juga terjadi di lingkungan Kostrad. Kecuali irkostrad yang jadi bintang dua, inspektur divisi juga jadi bintang satu. Para asisten Kostrad dijabat oleh Pati bintang satu.

Patut dilihat dari mutasi ratusan perwira tinggi ini adalah promosinya Brigjen Arief Kunto Wibowo (Akmil 1992), anak bungsu Jenderal purn Try Soetrisno. Setelah lebih dari 12 bulan menjabat Danrem Wirabraja di Padang, Kunto didapuk sebagai Kasdam 3 Siliwangi, Kodam paling mashur. Dia menggantikan Brigjen Dwi Jati Utomo yang promosi jadi bintang dua menjadi Danpusenarhanud. Yang menarik lainya adalah, Kolonel Iman Budiman, anak pertama Jenderal Edy Sudrajat (alm), mantan Kasad, promosi dari Pamen Denma KASAD menjadi Direktur Kesenjataan pussenif kodiklatad..dengan adanya validasi organisasi, Iman yang jebolan Akmil 1993 akan promosi jadi bintang satu.

Menarik juga adalah promosinya Danrem ABW/Kodam Tanjungpura Brigjen Bambang Trisnohadi. Jebolan paling paripurna Akmil 1993, Seskoad, dan Sesko TNI 2018 ini promosi jadi Kasdam Cendrawasih. Sangat boleh jadi, bila kinerjanya moncer di Kodam penuh tantangan itu, bintang dua bagi Bambang, yang lulusan SMA Boedoet Jakarta ini, hanya tinggal selangkah lagi.

Kita nantikan saja.

Latest articles

Progresivitas yang Mati: Dekonstruksi Hukum dan Nestapa Minoritas Muslim di India

Tragedi kemanusiaan yang menimpa putra Reema Ahmad di Agra beberapa tahun silam—di mana seorang...

Kanibalisme Regulasi: Hukum Indonesia Karpet Merah Korporasi China

Perbedaan antara Indonesia dan China bukan sekadar masalah kemajuan teknologi, melainkan kontras yang menjijikkan...

Sengkarut Istiqlal

Syahwat Jabatan, APBN, dan Ironi Rangkap Jabatan Menteri Agama Masjid Istiqlal adalah simbol kesucian dan...

Menembus Ilusi Jaminan Sosial: Membongkar Pemborosan Sistemik BPJS dan Urgensi Likuidasi Lembaga Perantara

Oleh: E. T. Hadi Saputra Data finansial triwulan berjalan per Juli 2026 ini bukan sekadar...

Artikel Seperti Ini

Progresivitas yang Mati: Dekonstruksi Hukum dan Nestapa Minoritas Muslim di India

Tragedi kemanusiaan yang menimpa putra Reema Ahmad di Agra beberapa tahun silam—di mana seorang...

Kanibalisme Regulasi: Hukum Indonesia Karpet Merah Korporasi China

Perbedaan antara Indonesia dan China bukan sekadar masalah kemajuan teknologi, melainkan kontras yang menjijikkan...

Sengkarut Istiqlal

Syahwat Jabatan, APBN, dan Ironi Rangkap Jabatan Menteri Agama Masjid Istiqlal adalah simbol kesucian dan...