Mari angkat topi setinggi-tingginya untuk Mayor Laut (P) Faisal Mulia, eks Kasiopslat Wing Udara 1 Puspenerbal Tanjungpinang. Beliau sukses mempraktikkan konsep family business yang sesungguhnya: menyuruh sang istri (MBP) ikut mengemas 14 paket sabu ke dalam kotak sepatu PDL TNI AL, lengkap dengan tulisan penuh berkah “Selamat Umrah” sebagai jimat anti-periksa. Sungguh sebuah kolaborasi domestik yang sangat sakinah, mawaddah, wa barokah di jalur peredaran narkotika.
Modusnya memanfaatkan burung besi CN-235 nomor lambung P-8305 sebagai kurir kargo pribadi bebas hambatan. Pasarnya pun eksklusif antar-korps: dijual ke sesama perwira, salah satunya Kapten Laut I Made Surya yang di sidang Pengadilan Militer Tinggi I Medan mengaku sudah 6 kali langganan! Alasan si Kapten pun tak kalah jenius sekaligus mengundang air mata: nyabu biar kurus 20 kg demi lolos tes pendidikan lanjutan perwira. Luar biasa. Di tangan mereka, sabu-sabu bukan lagi musuh negara, melainkan suplemen diet kedinasan dan katalis karier.
Lebih ironis lagi, hasil keuntungan dagang eceran Rp1,3 juta per gram itu diputar kembali oleh sang Mayor untuk modal nyabu sendiri. Sebuah siklus ekonomi sirkular yang mandiri: jualan pakai pesawat negara, untungnya dipakai teler sendiri. Ketika fasilitas pertahanan udara yang dibiayai pajak rakyat berubah fungsi menjadi aplikasi delivery barang haram grosiran, kita tahu moralitas sebagian penegak hukum kita sudah terbang jauh melampaui batas langit. Selamat menempuh “panggung sandiwara” peradilan militer, Mayor!
Menyala Korpsku, nge-fly bareng negeriku.
#HukumDagelan #OknumPremium #TNIAL #NarkoboyMiliter #Medan #SirkuitSabu
